Seorang pencuri di Mojokerto membuat pemilik toko kelontong terkejut bukan karena aksinya, melainkan karena surat permintaan maaf yang ditinggalkannya. Pelaku mencuri uang Rp352.000 dari laci toko setelah sebelumnya ketahuan mengambil rokok.
Kejadian ini bermula pada Minggu, 7 Juni 2026, saat pemilik toko Alfin Setyo Tunggal melihat pria mencurigakan. Pria tersebut kemudian diamankan dan mengaku hanya mengambil rokok, lalu dimaafkan. Namun setelah pelaku pergi, uang modal toko raib.
1. Kronologi Pencurian
Alfin sedang merawat ikan di dekat tokonya saat melihat seorang pria berpakaian serba hitam keluar masuk toko. Ia lalu menyergap pelaku dan menemukan enam bungkus rokok di sakunya.
Pelaku memohon ampun dan menunjukkan KTP, lalu Alfin memaafkannya. Namun usai kepergian pelaku, istri Alfin mengecek laci dan mendapati uang tunai hilang.
- Pria datang dengan hoodie hitam, celana jins, topi, dan masker.
- Alfin mengamankan pelaku dan mengambil parang untuk berjaga.
- Pelaku ngaku hanya ambil rokok dan minta maaf sambil menunjukkan KTP.
- Setelah dibiarkan pergi, uang Rp352.000 raib dari laci toko.
2. Isi Surat Permintaan Maaf
Keesokan harinya, pelaku kembali ke toko dan menyelipkan surat tulisan tangan di bawah pintu. Surat itu ditemukan istri Alfin seusai salat Subuh.
Dalam suratnya, pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Ia menulis bahwa uang tersebut digunakan untuk biaya ujian sekolah anaknya.
Surat itu berbunyi: “Mohon maaf pak buk, saya kepepet. Butuh uang nyari pinjaman gak ada. Kalau gak kebayar gak bisa ikut ujian sekolah. Uang bapak Rp352.000 saya gajian 2 minggu lagi saya kembalikan Rp400.000.”

3. Alasan Mencuri Demi Ujian Sekolah Dasar
Pelaku berinisial EPB, warga Sidoarjo, kemudian menghubungi Alfin melalui telepon. Ia menjelaskan uang itu untuk membayar semester anaknya.
Ia mengaku memiliki tiga anak dan salah satunya harus mengikuti ujian sekolah dasar. Jika tidak membayar, sang anak tidak boleh ikut ujian. “Alasannya untuk membayar semester anaknya. Kalau tidak bayar tidak boleh ikut ujian semester,” terang Alfin.
Pelaku menyebut ini pertama kalinya ia mencuri dan berjanji tidak akan mengulangi. Ia juga khawatir anaknya tidak bisa mengerjakan soal ujian sekolah karena terkendala biaya.
4. Tanggapan Pemilik Toko dan Janji Pengembalian
Alfin mengaku awalnya kecewa karena uang hilang setelah ia memaafkan. Namun setelah membaca surat dan mendengar penjelasan, ia merasa iba.
Pelaku berjanji akan datang langsung meminta maaf dan mengembalikan uang dalam dua minggu. Alfin ingin proses itu didampingi polisi karena kasus sudah dilaporkan. “Ya saya menunggu saja respons baik dari maling tersebut,” ujarnya.
Kesimpulan
Kisah pencurian yang berakhir dengan surat permintaan maaf ini menjadi pengingat akan tekanan ekonomi yang dialami sebagian orang. Pelaku nekat mencuri demi biaya ujian sekolah anaknya, namun tetap menunjukkan penyesalan.
Pemilik toko yang awalnya marah kini memilih menunggu itikad baik pelaku. Meski telah melapor ke polisi, ia masih memberi kesempatan bagi pelaku untuk menebus kesalahannya.
