ujian sekolah di Kurikulum Merdeka menjadi topik hangat menjelang tahun ajaran baru 2026. Banyak orang tua dan guru ingin memahami perubahan sistem penilaian yang diterapkan.
Kurikulum Merdeka Belajar memberikan fleksibilitas lebih dalam proses evaluasi. Salah satu fokus utamanya adalah penilaian berbasis kompetensi dan proyek.
1. Perubahan Sistem ujian sekolah di Kurikulum Merdeka
Pada Kurikulum Merdeka, ujian sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya alat ukur kelulusan. Sekolah dapat menggabungkan berbagai bentuk asesmen seperti portofolio dan proyek.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada siswa dan mengukur pemahaman secara lebih holistik. Ujian tulis masih ada, namun bobotnya disesuaikan dengan konteks pembelajaran.
2. Kriteria Kelulusan yang Perlu Dipahami
Setiap sekolah memiliki kebebasan menetapkan Kriteria Kelulusan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kondisi masing-masing. Kriteria ini biasanya mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Siswa harus memenuhi target kompetensi minimal pada setiap mata pelajaran. Nilai rapor dan partisipasi dalam kegiatan proyek juga menjadi pertimbangan penting.
3. Format Kartu Soal yang Digunakan
Penyusunan soal ujian memerlukan Format Kartu Soal Kurikulum Merdeka yang baku. Format ini memuat indikator pencapaian, level kognitif, dan bentuk soal.

Dengan format kartu soal yang jelas, guru dapat memastikan setiap soal valid dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Hal ini memudahkan analisis hasil ujian.
4. Contoh Silabus dan Alokasi Waktu
Guru dapat merujuk pada Contoh Silabus Kurikulum Merdeka yang disediakan oleh Kemdikbudristek. Silabus tersebut memuat alokasi waktu untuk setiap topik dalam satu semester.
Alokasi Waktu Kurikulum Merdeka dirancang agar pembelajaran lebih mendalam dan tidak terburu-buru. Dengan alokasi yang tepat, guru bisa mengintegrasikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
5. Tips Persiapan Menghadapi Ujian
Siswa disarankan untuk fokus pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Latihan soal dari berbagai sumber dapat membantu mengasah kemampuan.
Orang tua juga berperan mendukung anak dengan menyediakan lingkungan belajar yang nyaman. Di kelas, guru dapat menerapkan strategi review sebelum ujian.
Kesimpulan
Ujian sekolah di Kurikulum Merdeka memberikan pendekatan yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Dengan memahami kriteria kelulusan, format soal, dan alokasi waktu, semua pihak dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk menyongsong tahun ajaran 2026 dengan lebih percaya diri.
